Tuesday, 19 Nov 2019

Spesialis Penyakit dalam (Endoktrin-Metabolik-Diabetes): Inilah Beberapa Penyakit yang Bisa Ditangani Dokter Spesialis Endoktrin

Spesialis Penyakit dalam

Menderita penyakit serius tentunya memerlukan penanganan dokter yang lebih ahli. Jika memeriksakan di dokter umum, biasanya akan diberi rujukan ke dokter spesialis jika memerlukan penanganan yang lebih spesifik. Banyak dokter spesialis yang digunakan sebagai rujukan untuk mengobati berbagai penyakit yang diderita oleh masyarakat. Salah satunya seperti dokter spesialis penyakit dalam. Secara klinis, penyakit dalam terbagi menjadi berbagai macam supspesialisasi. Namun kali ini akan dibahas salah satunya saja, yaitu untuk dokter spesialis penyakit dalam (endoktrin-metabolik-diabetes).

Subspesialisasi penyakit dalam untuk penyakit dalam endoktrin-metabolik-diabetes menangani berbagai masalah terkait sistem endoktrin (kelenjar) dan kelainan metabolik. Sistem endoktri merupakan kelenjar dan organ yang bertugas membuat hormon dalam tubuh. Dokter spesialis endoktrin harus menyelesaikan pendidikan subspesialisasi endoktrin, metabolik, dan dibetes, setelah menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter spesialis endoktrin secara khusus menangani pasien yang memiliki gangguan atau ketidakseimbangan hormon untuk sistem kelenjar endoktrinnya. Tujuannya agar keseimbangan hormon kembali menjadi normal. Beberapa penyakit dalam yang berhubungan dnegan sitem nedoktrin dan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam (endoktrin-metabolik-diabetes), antara lain:

  • Diabetes.
  • Masalah berat badan dan metabolisme tubuh.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol dan trigliserida tinggi.
  • Osteoporosis dan kesehatan tulang.
  • Menopause.
  • Infertilitas.
  • Penyakit tiroid.
  • Gangguan kelenjar adrenal.
  • Gangguan kelenjar pituitari.

Selain menangani berbagai gangguan endoktrin yang sudah disebutkan tersebut, dokter spesialis endoktrin juga menangani gangguan endoktrin pada anak, terutama bagi yang mengalami gangguan pada pertumbuhannya dan masalah terkait pubertas. Namun untuk penanganan ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis endoktrin anak. Dalam melakukan diagnosis, dokter spesialis endoktrin biasanya akan mencari tahu riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu serta gejala yang dirasakan. Setelah itu, dokter spesialis endoktrin juga akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tanda-tanda vital, termasuk diantaranya denyut nadi dan tekanan darah. Baru setelahnya dilanjutkan memeriksa secara fisik guna menilai tanda-tanda gangguan yang dialami.

Setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter spesialis endoktrin juga akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah dan test urine. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kadar hormon, sehingga nantinya dokter bisa menentukan pasien terkena gangguan endoktri atau tidak. Jika dari hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan adanya gangguan pada sistem endoktrin, maka dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien atau berdasarkan gangguan yang dirasakan.

Seseorang dikatakan perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis endoktrin jika mengalami gejala umum dari gangguan sistem endoktrin yang berikut ini:

  1. Sering merasa kelelahan.
  2. Sering merasakan sakit perut.
  3. Perubahan berat badan.
  4. Kulit menjadi kering.
  5. Kesemutan pada kaki dan tangan.
  6. Mengalami gangguan penglihatan.
  7. Masalah pada ginjal.

Diabetes merupakan salah satu penyakit gangguan endoktrin yang cukup umum terjadi pada masyarakat. Jika Anda menderita penyakit ini, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter spesialis penyakit dalam (endoktrin-metabolik-diabetes) jika mengalami masalah dengan kadar gula darah. Begitu juga jika pada putra/putri Anda mengalami gangguan pada pertumbuhan dan masalah pubertasnya, Anda bisa memeriksakannya pada dokter endoktrin anak agar mengetahui penyebab hal itu bisa terjadi, sekaligus mencari cara penanganan yang tepat. Untuk rekomendasi, dokter spesialis endoktrin yang tepat, Anda bisa memperolehnya dari dokter umum yang memberi rujukan atau dari teman dan keluarga yang mungkin pernah memeriksakan diri pada dokter spesialis endoktrin yang bersangkutan.

shares